PROLOGUE
Perkembangan mikro komputer,
atau yang lebih sering disebut dengan PC (Personal Computer) yang sedemikian
pesat tentunya tidak lepas dari kebutuhan manusia akan informasi yang harus
diolah oleh PC serta tentu saja perkembangan teknologi, khususnya teknologi
perangkat keras, perangkat lunak, serta fungsi atau algoritma yang digunakan
dalam memproses informasi yang diolah tersebut.
Masih terbekas dalam ingatan kita akan perayaan 20 tahun PC yang jatuh pada
bulan Agustus 2001 yang lalu, yang apabila kita cermati saat ini kita berada
pada masa dimana PC telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari
kehidupan kita. Jika pada awal ditemukannya, PC masih dianggap sebagai barang
mahal, kini hampir semua orang sudah memilikinya. Bisa dikatakan, orang yang
tidak mengenal komputer akan di cap sebagai orang yang gagap teknologi.
Jika pada saat itu PC yang di-otak-i oleh prosessor Intel 8088 hanya mampu
berjalan dengan kecepatan 4,77 MHz yang digunakan untuk menggerakkan program
pengolah kata dalam pembuatan dan editing dokumen, spreadsheet sederhana untuk
mengerjakan pekerjaan akuntansi maupun bisnis, dan program database sederhana
serta sedikit program pendidikan dan game yang juga masih sangat sederhana.
Kini PC yang diotaki Intel Pentium4 mampu berlari dengan kecepatan 2GHz, bahkan
baru - baru ini Intel Corp melalui ajang Intel Developer Forum-nya, telah
menunjukkan demo prosessor Intel berkecepatan 3,5GHz! Suatu lompatan penemuan
teknologi yang cukup fantastis.
Namun perkembangan kemampuan PC tidak selalu ditentukan oleh perkembangan
prosessor semata. Masih ada faktor lainnya, seperti teknologi chipset, memori,
kartu VGA, perangkat media simpan, dan sebagainya. Semua perangkat saling
berkembang, berevolusi ke arah yang lebih baik untuk bersama - sama membangun
sistem PC yang tangguh.
Perkembangan kemampuan prosessor yang pesat tentunya harus diimbangi dengan
peningkatan kemampuan memori. Sebagai penampung data/informasi yang
dibutuhkan oleh prosessor sekaligus sebagai penampung hasil dari perhitungan
yang dilakukan oleh prosessor, kemampuan memori dalam mengelola data tersebut
sangatlah penting. Percuma saja sebuah sistem PC dengan prosessor berkecepatan
tinggi apabila tidak diimbangi dengan kemampuan memori yang sepadan.
Ketidaktepatan perpaduan kemampuan prosessor dengan memori dapat menyebabkan
inefisiensi bagi keduanya. Katakanlah kita memiliki prosessor yang mampu
mengolah arus data sebanyak 100 instruksi per detiknya, sementara kita memiliki
memori dengan kemampuan menyalurkan data ke prosessor sebesar 50 instruksi per
detiknya. Lalu apa yang terjadi? Sistem akan mengalami bottleneck. Prosessor
harus menunggu data dari memori. Instruksi yang seharusnya dapat dikerjakan
dalam waktu 1 detik menjadi 2 detik karena kemampuan memori yang terbatas.
A. MEMORY
RAM (Random Access Memory)

HISTORY
1. Pada tahun 1987, RAM jenis FPM
(Fast Page Mode) diperkenalkan. FPM merupakan bentuk RAM yang paling kerap
digunakan dalam system komputer pada masa itu. FPM juga turut dikenali sebagai
DRAM (Dynamic Random Access Memory) sahaja. FPM menggunakan modul memori SIMM
(Single Inline Memory Module) 30 pin dan SIMM 72 pin.
2. Pada tahun 1995, perkembangan teknologi maklumat telah menghasilkan modul
memori yang seterusnya iaitu EDO (Extended Data Out). EDO mirip dengan FPM,
cuma ia diubahsuai sedikit untuk membolehkan akses memori berturutan berlaku
dengan labih pantas. Ini bermakna ‘pengawal memori’ boleh menjimatkan masa
dengan mengurangkan beberapa langkah dalam proses pengalamatan (addressing).
EDO juga membolehkan CPU mengakses memori 10% hingga 15% lebih pantas
berbanding dengan FPM.
3. Pada tahun 1997 SDRAM diperkenalkan, dengan clock speed (kecepatan putaran)
66 MHz, SDRAM ini mampu menghantarkan data dengan kecepatan maksimal 533
MB/det. Lalu seiring dengan clock speed yang bertambah kencang, kecepatan pengantaran
datapun menjadi semakin cepat.Untuk SDRAM dengan clock speed 133 MHz, data yang
dihantarkan dapat mencapai 1,066 GB/det.
4. Pada tahun 1999 RDRAM diperkenalkan, RDRAM lebih banyak ditujukan untuk atau
user lain yang memang sangat membutukan memory berkecepatan tinggi. Kualitas yang dimiliki oleh RDRAM
mengakibatkan harganya sangat tinggi. Dan untuk mencarinya pun tidak semudah
SDRAM atau DDR. RDRAM menggunakan modul
yang disebut RIMM. Berbeda dengan modul yang dimiliki SRAM atau DDR yang menggunakan
transfer data secara paralel pada data bus 64-bit. RDRAM menggunakan transfer
data secara serial pada data bus 16-bit.RDRAM yang paling umum digunakan adalah
RDRAM yang memiliki kecepatan 1,6 GB/det. RDRAM ini lebih dikenal dengan
sebutan RIMM1600.
Sedangkan RDRAM yang menggunakan data
bus 16-bit saat ini sudah dapat mencapai kecepatan 2,4 GB/det (RIMM2400). Sedangkan untuk jenisnya, RDRAM ada dua macam
yang pertama adalah yang bekerja pada data bus 16-bit dan yang kedua adalah
RDRAM yang bekerja pada data bus 32-bit. Jika RDRAM yang bekerja pada data bus
16-bit memiliki jumlah pin sebanyak 184 pin dan diperuntukkan untuk sistem
single-channel, maka RDRAM yang bekerja pada data bus 32-bit memiliki jumlah
pin sebanyak 242 pin, dan diperuntukkan bagi sistem dual-channel. Serta satu
lagi yang menjadi ciri khas dari RDRAM adalah adanya fasilitas yang dapat
menjaga agar memory tidak panas.Sebenarnya dari performa mungkin tidak jauh
berbeda, namun untuk beberapa sistem menggunakan RDRAM akan sangat mendukung terlebih
lagi server. Oleh sebab itu, yang paling banyak menggunakan RDRAM adalah
server.
5. Pada tahun 2000, DDR-SDRAM diperkenalkan. RAM ini merupakan inovasi daripada
SDRAM di mana ia menjanjikan DDR yang kali pertama muncul, memang memiliki
clock speed yang sama dengan SDRAM yaitu 100 MHz, tetapi meskipun sama
kecepatan pengantaran datanya jauh lebih besar DDR. Hal ini disebabkan dalam
satu putarannya DDR melakukan sekaligus dua pekerjaan (pengoperasionalan).
Berbeda pada SDRAM yang hanya melakukan satu pengoperasionalan. Hasilnya: pada
DDR dengan clock speed 100 MHz, data yang dihasilkan dapat mencapai 2,1 GB/det.
Nilai inilah yang menjadi alasan mengapa DDR ini disebut DDR dengan tipe
PC2100.
Sampai saat ini, nilai maksimal yang
diakui oleh The JEDEC Solid State Technology Association, sebuah asosiasi yang
bertanggung jawab tentang standar memory ini adalah nilai yang dimiliki oleh
DDR400 PC3200, yaitu 3,2 GB/det. Padahal saat ini ada beberapa produsen RAM
yang menawarkan RAM dengan kecepatan yang jauh lebih besar lagi. Seperti
Corsair, Kingston, Mushkin, dan beberapa produsen lainnya sudah ada yang berani
menawarkan DDR dengan tipe PC3700 dan PC4000 yang masing-masing sanggup
menghantarkan data dengan kecepatan 3,7 GB/det dan 4 GB/det. Sayangnya, DDR ini
masih sulit dicari di pasaran, khususnya di Indonesia.
DDR dengan kecepatan tinggi tersebut
sangat cocok digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan para gamers dan untuk para
pengguna yang sangat sering menggunakan sistem overclock. Karena DDR dengan
kecepatan tinggi ini mampu menangani pengoperasian yang membutuhkan panas
tinggi, seperti penerapan overclocking.
6. Pada tahun 2004 di perkenalkanlah
DDR2 SDRAM, Energi: DDR2 membutuhkan energi setengah lebih kecil dari energi
yang dibutuhkan DDR biasa beroperasi, sehingga dapat mengurangi panas pada
komputer. Apalagi pada notebook yang secara otomatis juga akan lebih menghemat
baterai.
High clock speed: DDR2 menggunakan clock speed awal sebesar 400 MHz. Nilai ini
juga masih bisa di tingkatkan menjadi 800 MHz. Ketahanan: Dengan DDR2, Anda
dapat memiliki satu keeping 2 GB dan dipasangkan pada single bank module.
NEW AGE
RAM
DDR3 ini memiliki kebutuhan daya yang berkurang sekitar 16% dibandingkan dengan
DDR2. Hal tersebut disebabkan karena DDR3 sudah menggunakan teknologi 90 nm
sehingga konsusmsi daya yang diperlukan hanya 1.5v, lebih sedikit jika
dibandingkan dengan DDR2 1.8v dan DDR 2.5v. Secara teori, kecepatan yang
dimiliki oleh RAM ini memang cukup memukau. Ia mampu mentransfer data dengan
clock efektif sebesar 800–1600 MHz. Pada clock 400–800 MHz, jauh lebih tinggi
dibandingkan DDR2 sebesar 400–1066 MHz (200- 533 MHz) dan DDR sebesar 200–600
MHz (100-300 MHz). Prototipe dari DDR3 yang memiliki 240 pin. Ini sebenarnya sudah
diperkenalkan sejak lama pada awal tahun 2005. Namun, produknya sendiri
benar-benar muncul pada pertengahan tahun 2007 bersamaan dengan motherboard
yang menggunakan chipset Intel P35 Bearlake dan pada motherboard tersebut sudah
mendukung slot DIMM.
FUTURE
Memori DDR4, penerus DDR3 DRAM, akan tersedia dalam komputer tahun depan, Micron mengumumkan pada hari Senin. Perusahaan mengatakan bahwa sudah mulai pengiriman sampel dari jenis memori mendatang, laporan Techworld Australia.
DDR3, yang merupakan jenis memori yang saat ini ditemukan di sebagian besar komputer baru yang dibangun hari ini, kurang efisien daya dan lebih lambat dari standar DDR4 mendatang. Diharapkan bahwa DDR4 unit memori akan membutuhkan lebih sedikit daya, mulai dari 1,2 volt, bukan 1,5 volt untuk DDR3. Kecepatan bus untuk DDR4 akan dimulai pada 2133MHz, dan memori baru ini dirancang untuk memproses membaca, menulis dan menyegarkan lebih efisien daripada pendahulunya.
The Joint Electron Devices Rekayasa Council (JEDEC), organisasi yang mendefinisikan standar memori, diharapkan dapat menyelesaikan DDR4 spesifikasi dalam beberapa bulan ke depan, setelah Micron akan memulai produksi Memori DDR4 di beberapa titik pada akhir 2012.
Memori DDR4 pertama akan muncul dalam server dan komputer desktop, diikuti oleh komputer laptop kemudian. Micron dalam sebuah pernyataan juga mengatakan bahwa ia berharap bahwa Memori DDR4 akan mencapai tablet dan perangkat portable lainnya, yang saat ini menggunakan versi daya rendah dari DDR3 dan memori DDR2.
CLOCK SPEED
B. PROCESSOR
HISTORY

Processor Intel, pertama
kali didirikan di California pada 18 Juli 1968 oleh Gordon More, Robert Noyce,
dan Andrew Grove.
Dan berikut ini adalah perkembangan processor buatan Intel
dari masa ke masa:
1969-1971
Microprocessor
pertama Intel, Microprocessor 4004. Digunakan pada mesin kalkulator Busicom.
Memiliki 3.400 transistor, 4 bit, dan 60.000 operasi/detik.
1972-1974
Muncul
Microprocessor bernama Altair. Merupakan otak dari 8008 yang memiliki kekuatan
2 kali lipat dari versi sebelumnya yaitu 4004.
1978
Processor 8086,
merupakan processor 16 bit Intel pertama yang menggunakan bus sistem 16 bit.
1979
Intel merancang ulang
CPU sehingga sesuai dengan hardware 8 bit yang ada. PC pertama (1981) mempunyai
CPU 8086 yang merupakan CPU 16 bit, tapi secara internal. Lebar bus data
eksternal-nya hanya 8 bit sehingga kompatibel dengan hardware yang ada.
1982
Muncul
microprocessor i286 dengan frekuensi clock awal 6MHz. Yang kemudian
diperkenalkan dengan kecepatan clock 8, 10, 12 MHz yang digunakan pada IBM
PC-AT tahun 1984.
1985
Microprocessor
Intel386, merupakan CPU 32 bit pertama.
1989
Intel486 merupakan
microprocessor dengan 1 juta transistor pertama, dengan clock mencapai 100MHz.
Dipasarkan hingga pertengahan tahun 90-an.
1993
Generasi
selanjutnya i586 atau lebih dikenal dengan Pentium I. Memiliki 3 juta
transistor, dan memiliki bug paling parah sepanjang sejarah. BAKAR!
1997
Pentium II memiliki
clock 450MHz dan 7,5 juta transistor. Serta memiliki chace level 2 (L2).
1998
Muncul processor
Celeron. Merupakan varian lain dari Pentium II, namun tanpa adanya L2. Dikenal
sebagai Pentium II Celeron.
1999
Pentium III. Datang
dengan slogan: "Internet Streaming Extension". Didukung dengan 44
juta transistor.
2000
Pentium 4. Lahir
dengan clock mencapai 3.8GHz, dan mampu menjalankan perintah jauh lebih banyak
dari sebelumnya. Pentium 4 memiliki varian lain, yaitu Pentium 4Hyperthreading.
2002
Processor Itanium
2. Adalah processor 64 bit, dengan clock maksimum 1GHz. Memiliki 221 juta
transistor. Processor ini tidak sukses dipasaran, bahkan namanya nyaris tidak
pernah terdengar.
2003
Selanjutnya adalah
Pentium M, ditunjukkan untuk Notebook. Pentium M diciptakan untuk menggantikan
Pentium 4 pada Notebook karena boros daya, dan merampingkan transistor hingga
77 transistor.
2005
Digabungkan kinerja
Hyperthreading dengan penggunaan daya ala Pentium M. Maka terlahirlah processor
DualCore yang memiliki clock maksimal 2GHz.
2006
DualCore belum
habis, Intel meluncurkan Core2 Duo. Yang memiliki 2 Core dalam 1 processor,
memiliki 300 juta transistor, dan mampu bekerja hingga 3.3GHz. Ada juga Core2
Solo, Core2 Quad.
NEW AGE
Core i3 530 berjalan pada 2.93GHz dan tidak memiliki fitur turbo mode. Core i3 530 akan berjalan pada 1.33GHz pada frekuensi terendah, dan tidak lebih cepat daripada 2.93GHz pada full load. Fitur turbo boost yang hilang merupakan pengorbanan, karena 530 masih memiliki 4MB L3 cache dibagi antara kedua core.
Core i5 berjalan pada clock 2.13GHz, turun dari 2.40GHz. Kinerja yang harus terluka sedikit dibandingkan dengan simulasiIntel Core i3. Selain Turbo Boost hal lain yang Anda korbankan adalah AES acceleration.Westmere's AES (AES-NI) menonaktifkan-nya pada semua jenis Intel Core i3. Harus ada beberapa alasan bagi pengguna untuk memilih i5 sebagai gantinya.
Core i7 menjadi tak terkalahkan di versi laptop dan desktopnya semenjak kemunculan Core pocessors di 2006. Core arsitektur kini ditantang oleh processors AMD kelas tinggi. Dengan Phenom nya, AMD berusaha raih pangsa pasar dengan strategi harga murahnya. Kini AMD harus extra waspada. Pasalnya Intel telah keluarkan Core terbarunya yakni Core i7 dengan chipset X58.
Core i7 akan hadir dengan 3 rasa: Core i7-965 Extreme Edition, Core i7-940, dan Core i7-920. Semua processors tersebut hadir dengan 4 cores, Hyper-Threading, 8MB dengan L3 cache memory. Mereka dibuat dengan teknologi manufaktur 45nm. Semua processors tersebut akan berjalan di 1066MHz. Di seri 965 Extreme Edition (EE) akan berjalan pada kecepatan 3,2 GHz . Semu seri EE ini akan mudah untuk di overclock. Arsitektur baru Intel ini dilengkapi soket LGA 1366.
Core i7 akan hadir dengan 3 rasa: Core i7-965 Extreme Edition, Core i7-940, dan Core i7-920. Semua processors tersebut hadir dengan 4 cores, Hyper-Threading, 8MB dengan L3 cache memory. Mereka dibuat dengan teknologi manufaktur 45nm. Semua processors tersebut akan berjalan di 1066MHz. Di seri 965 Extreme Edition (EE) akan berjalan pada kecepatan 3,2 GHz . Semu seri EE ini akan mudah untuk di overclock. Arsitektur baru Intel ini dilengkapi soket LGA 1366.
FUTURE
Intel berencana untuk merilis versi Processor Haswell khusus untuk konsumen umum di paruh kedua tahun 2014. Hal ini didapat dari bocoran rencana kerja Intel untuk tahun 2014.
Prosesor Haswell model khusus ini dinamakan Haswell-E dengan pilihan untuk enam core dan 8 Core dan cache L3 sampai 20MB. Bahkan prosesor ini juga dapat mendukung kemampuan Hyper Threading yang memungkinkan nya untuk memiliki 16-core.
Selain Haswell-E, Intel dikabarkan juga akan merilis chipset motherboard Wellsburg pada saat yang sama. Prosesor ini akan menawarkan dukungan untuk RAM DDR4 2133MHz, enam port USB 3.0, delapan port USB 2.0, dukungan jam terintegrasi, dan maksimal sepuluh port SATA 6Gbps.
Wah.... Jadi secepat apa kinerjanya dalam memproses task dan aplikasi yang diberikan ya?
C. MONITOR
HISTORY
Monitor merupakan interface terpenting yang menghubungkan
manusia dan PC. Pada saat komputer pertama beroperasi pada tahun 1938, monitor
yang sudah berusia 83 tahun dan pengembangannya masih berlangsung sampai saat
ini.
Tahap pengembangan monitor komputer yang digunakan saat ini
sebenarnya terbagi atas dua fase. Fase pertama pada tahun 1855 ditandai dengan
penemuan tabung sinar katoda oleh ilmuwan dari Jerman, Heinrich Geißler. Ia
merupakan bapak dari monitor tabung. Lalu 33 tahun kemudian, ahli kimia asal
Austria, Friedrich Reinitzer, meletakkan dasar pengembangan teknologi LCD
dengan menemukan kristal cairan. Waktu itulah yang merupakan fase kedua dari
tahap pengembangan monitor komputer.
Selama ini, banyak yang menganggap bahwa Karl Ferdinand Braun
sebagai penemu tabung sinar katoda. Sebenarnya, ia merupakan pembuat aplikasi
pertama untuk tabung, yaitu osiloskop pada tahun 1897. Perangkat inilah yang
menjadi basis pengembangan perangkat lain, seperti televisi. Pada tahun yang
sama, Joseph John Thomson menemukan elektron, yang mempercepat pengembangan
teknik tabung.
Monitor CRT (Cathode Ray Tube) pertama dikembangkan untuk
menerima siaran televisi. Milestone adalah tabung televisi pertama dari
Wladimir Kosma Zworykin (1929), full electronic frame rate dari Manfred Ardenne
(1930), dan pengembangan sinar katoda pertama yang dapat direproduksi oleh
Allen B.Du Mont (1931).
Pada akhir tahun 1960-an, perkembangan teknologi monitor
televisi berpisah jalur dengan teknologi monitor komputer. Hal ini terjadi
setelah adanya Mono Display Adapter (MDA) yang memungkinkan gambar monokrom
dengan resolusi 720 x 350 pixel.
Pada tahun 1981, IBM memperkenalkan Color Graphics Adapter (CGA)
yang dapat menampilkan empat warna dengan resolusi 160 x 200 pixel. Awalnya
monitor terintegrasi dengan casing PC atau terhubung dengan teknik yang
proprietary. Monitor yang menjadi perhatian saat itu adalah Taxan Vision,
sebuah layar warna 14 inci dengan resolusi 1000 x 1000 pixel dan frame rate
sebesar 64 Hz.
Enam tahun kemudian (1990), monitor Nec Multiscan 4 D yang
memiliki resolusi maksimal 1.024 x 768 dan frame rate sebesar 70 Hz telah
hadir. Spesifikasi ini masih digunakan untuk Graphical User Interface saat ini.
Sekitar tahun 2000, monitor layar datar menyerbu pasaran konsumer.
Berikut perkembangan monitor dari tahun ke tahun :
Tahun 1855 – Tabung Geißler
Heinrich Geißler berhasil membuat sebuah vakum dalam tabung yang
dilengkapi dengan sebuah pompa merkuri.
Tahun 1859 – Sinar Katoda Ditemukan
Julius Plucker, seorang ahli matematika dan fisika dari Jerman,
berhasil menemukan dan menggambarkan sinar katoda untuk pertama kalinya.
Tahun 1888 – Penemuan Liquid Crystal
Friedrich Reinitzer, ahli kimia dari Austria, menemukan fenomena
kristal cairan. Ia membuat eksperimen dengan sebuah bahan yang memiliki dua
titik cair.
Tahun 1897 – Tabung BRAUN
Karl Ferdinand Braun mengembangkan tabung sinar katoda dengan
memperkenalkan aplikasi pertama dengan menggunakan osiloskop.
Tahun 1930 – Siaran Full Electronic
Manfred von Ardenne, ilmuwan universal knowledge berhasil
membuat siaran televisi full electronic pertama. Pada tahun 1931, ia memperkenalkan
penemuannya di ajang International Radio Show di Berlin.
Tahun 1963 – Penemuan Liquid Crystal Cyan Biphenyl
George Gray, ahli kimia dari Universitas Hull Inggris, menemukan
kristal cairan Cyan-Biphenyl. Kristal ini menjadi dasar untuk pengembangan
bahan kristal cairan stabil yang digunakan pada LCD sampai saat ini.
Tahun 1969 – TN-LCD Pertama
James Fergason mengembangkan teknologi TN (Twisted Nematic) yang
mengontrol light transfer dari kristal cairan.
Tahun 1981 – IBM Membuat Standar MDA dan CGA
Dengan standarnisasi sinyal grafik monokrom dan warna, IBM
membuka jalan untuk pengembangan monitor komputer yang universal.
Tahun 1984 – Standar EGA Berakhir
Standar EGA sudah lama menjadi standar minimal pada Computer Graphic
Hardware.
Tahun 1988 – Standar VESA
Akhir tahun 1980-an, NEC bersama dengan delapan produsen graphic
card lainnya membentuk Video Electronics Standards Association (VESA). Sejak
saat itu, ditetapkan sebuah standar yang seragam untuk software, graphics card,
dan monitor.
Tahun 2000 – Layar Datar untuk Home User
Monitor dengan layar datar tipis ini semakin terjangkau harganya
bagi home user.
Tahun 2005 – Layar 3D Pertama
Toshiba memperkenalkan layar 3D pertama yang menawarkan efek 3D
tanpa menggunakan alat bantu lainnya. Namun, mata harus pada posisi tertentu.
Perkembangan monitor sangat signifikan dari tahun ke tahun. Saat ini terdapat tiga jenis teknologi monitor. Ketiga golongan teknologi tersebut adalah CRT (Cathode Ray Tube), Liquid Crystal Display (LCD) dan Plasma gas.
Cathode Ray Tube
Teknologi Tabung Brown (CRT Display) ditemukan pada tahun 1897, akan tetapi teknologi ini baru diadopsi sebagai penerima siaran televisi pada tahun 1926. Sejarah penemuan teknologi CRT sudah lebih dari 100 tahun dan memiliki kualitas gambar yang sangat bagus. Akan tetapi teknologi ini mempunyai satu kelemahan yaitu semakin besar display yang akan dibuat maka semakin besar pula tabung yang digunakan.
Pada monitor CRT, layar penampil yang digunakan berupa tabung sinar katoda. Teknologi ini memunculkan tampilan pada monitor dengan cara memancarkan sinar elektron ke suatu titik di layar. Sinar tersebut akan diperkuat untuk menampilkan sisi terang dan diperlemah untuk sisi gelap. Teknologi CRT merupakan teknologi termurah dibanding dengan kedua teknologi yang lain. Meski demikian resolusi yang dihasilkan sudah cukup baik untuk berbagai keperluan. Hanya saja energi listrik yang dibutuhkan cukup besar dan memiliki radiasi elektromagnetik yang cukup kuat.
NEW AGE
Liquid Crystal Display (LCD) atau Flat Display Panel (FDP)

Monitor LCD tidak lagi menggunakan tabung elektron tetapi menggunakan sejenis kristal liquid yang dapat berpendar. Teknologi ini menghasilkan monitor yang dikenal dengan nama Flat Panel Display dengan layar berbentuk pipih, dan kemampuan resolusi yang lebih tinggi dibandingkan dengan CRT. Karena bentuknya yang pipih, maka monitor jenis flat tersebut menggunakan energi yang kecil dan banyak digunakan pada komputer-komputer portabel.
Kelebihan yang lain dari monitor LCD adalah adanya brightness ratio yang telah menyentuh angka 350 : 1. Brigtness ratio merupakan perbandingan antara tampilan yang paling gelap dengan tampilan yang paling terang.
Liquid Crystal Display menggunakan kristal liquid yang dapat berpendar. Kristal cair merupakan molekul organik kental yang mengalir seperti cairan, tetapi memiliki struktur spasial seperti kristal. (ditemukan pakar Botani Austria – Rjeinitzer) tahun 1888. Dengan menyorotkan sinar melalui kristal cair, intensitas sinar yang keluar dapat dikendalikan secara elektrik sehingga dapat membentuk panel-panel datar.
Lapisan-lapisan dalam sebuah LCD:
- Polaroid belakang
- Elektroda belakang
- Plat kaca belakang
- Kristal Cair
- Plat kaca depan
- Elektroda depan
- Polaroid depan
Elektroda dalam lapisan tersebut berfungsi untuk menciptakan medan listrik pada kristal cair, sedangkan polaroid digunakan untuk menciptakan suatu polarisasi. Dari sisi harga, monitor LCD memang jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan monitor CRT. Dan beberapa kelemahan yang masih dimilikinya seperti kurang mampu digunakan untuk bekerja dalam berbagai resolusi, seperti misalnya monitor dengan resolusi 1024 X 768 akan terkesan agak buram jika dipekerjakan pada resolusi 640 X 420. Tatapi akhir-akhir ini kelemahan tersebut sudah mulai di atasi dengan teknik anti aliasing.
Plasma Gas atau Organic Light Emitting Diode (OLED)
Monitor jenis ini menggabungkan teknologi CRT dengan LCD. Dengan teknologi yang dihasilkan, mampu membuat layar dengan ketipisan menyerupai LCD dan sudut pandang yang dapat selebar CRT.
Plasma gas juga menggunakan fosfor seperti halnya pada teknologi CRT, tetapi layar pada plasma gas dapat perpendar tanpa adanya bantuan cahaya di belakang layar. Hal itu akan membuat energi yang diserap tidak sebesar monitor CRT. Kontras warna yang dihasilkan pun lebih baik dari LCD. Teknologi plasma gas ini sering bisa kita jumpai pada saat pertunjukan-pertunjukan musik atau pertandingan-pertandingan olahraga yang spektakuler. Di sana terdapat layar monitor raksasa yang dipasang pada sudut-sudut arena tertentu. Itulah monitor yang menggunakan teknologi plasma gas.
FUTURE
Setelah kita melihat begitu pesatnya perkembangan LCD, sekarang kita dapat saksikan perkembangan FDP terbaru yang boleh kita katakan sebagai Flat Panel Display Masa Depan. Kenapa FDP terbaru ini kita namakan FDP Masa Depan?
Karena 5-10 tahun yang akan datang mungkin Teknologi LCD akan digantikan posisinya oleh FDP Masa Depan ini. FDP Masa Depan ini berbasis active matrix berteknologi Organic Light Emitting Diode (OLED).
Iron Man 3






No comments:
Post a Comment